Jiwa sosial yang sangat besar membuat Antonius Nova Rahardi, mahasiswa Teknik Kimia UKWMS, terjun menjadi tenaga pengajar di Desa Jabon, Sidoarjo

Anton KM-MBKM.png

[06/08/2021] Antonius Nova Rahardi, yang kerap kali disapa Anton, adalah mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Angkatan 2017. Menjelang kelulusannya, Anton tidak mau diam-diam begitu saja menunggu waktu Yudisiumnya tiba. Anton memilih untuk melakukan aksi Pengabdian kepada Masyarakan dengan mengikuti salah satu kegiatan dari Kemenristekdikti, yaitu Program Kampus Mengajar. Program Kampus Mengajar ini mengajak para mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menjadi Duta Pengajar dan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah 3 T (tertinggal, terluar, dan terdepan). Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjadi mitra guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi pembelajaran di daerah 3 T yang menjadi sasaran.

Anton terjun sebagai duta pengajar di SDN Kupang 4 yang terletak di Kecamatan Jabon, Sidoarjo, selama 3 bulan terhitung mulai 22 Maret – 26 Juni 2021. Anton yang mengetahui program Kampus Mengajar ini melalui platform Instagram, awalnya hanya iseng untuk mengikutinya sebagai batu loncatan untuk memperoleh sertifikat pengalaman yang dapat dicantumkan ke dalam CV, begitu gurauan Anton 😂. Namun, setelah Anton mengunjungi sekolah dimana beliau ditempatkan, ternyata beliau mendapati banyak sekali kekurangan disana. Minimnya fasilitas dan rendahnya kualitas pendidikan disana membuat hati saya semakin empati, dan saya berusaha agar dapat sebisa mungkin memberikan ilmu yang bermanfaat bagi masa depan mereka, begitu yang dikatan Anton.

Anton pun mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat mengikuti program Kampus Mengajar ini. Untuk menuju ke sekolah sasaran, ternyata sudah ada tantangan yang dihadapi Anton, perjalanan pergi ke sekolah sasaran sangatlah tidak mudah dikarenakan medan tempuh yang cukup berat, dan bahkan jalan terendam banjir rob tahunan karena sekolah berada di daerah pertambakan dekat dengan bibir laut. Sampah yang berhamburan di area sekolah dan hewan ternak yang berlalu lalang dan meninggalkan kotoran diberbagai tempat menjadi tantangan lainnya yang dihadapi Anton selama pelaksanaan program, dimana waktu hujan sampah dan kotoran ikut hanyut dan membuat lingkungan menjadi sangat tidak sehat dan tidak nyaman. Tetapi Anton menuturkan bahwa antusiasme adik-adik sekolah disana membuatnya sejenak dapat melupakan segala kekurangan kondisi disana dan membuatnya semakin ingin menyukseskan program Kampus Mengajar. Anton menyatakan bahwa selain mengajarkan mata pelajaran, Anton juga berusaha mengajarkan sikap bertanggung jawab kepada adik-adik disana dengan datang tepat waktu, mengajar dengan sabar dan menyiapkan materi dengan tidak asal-asalan.

Anton pun juga menuturkan bahwa ketika program yang dijalaninya hampir berakhir, Anton merasakan kekhawatiran dalam hatinya “jika seumpama dirinya sudah tidak mengajar lagi bagaimana nasib pendidikan adik-adik disana kelak”. Oleh karena itu, Anton juga berpesan sebelum meninggalkan Sidoarjo, “Jangan pernah berhenti untuk belajar, belajar dapat dilakukan dimana saja dan dengan siapa saja, dengan ilmu yang kamu dapat jadikan hidupmu sebagai suatu karya yang indah dan berkenan bagi semua orang”. Tidak lupa, Anton juga berpesan kepada mahasiswa-mahasiswa UKWMS adik kelasnya untuk tidak ragu mengikuti kegiatan semacam ini karena tentu saja karena banyak benefit yang akan didapatkan, tidak hanya seperti uang saku, potongan UKT, sertifikat, ataupun konversi sks, melainkan juga pengalaman yang berkesan bagi mahasiswa dan tentu juga dapat melatih kemandirian dan kepekaan sosial.